bila kau bilang dunia ini kan kiamat
KAU...
salah,tak akan ada yang bisa menentukan kapan
kan khiamat.itu terjadi jika yang maha
menghendakinya
bila ...
KAU...
merasa dunia ini kejam
dan tak berpihak padamu
untuk semua apa yang
KAU...
ingin kan tak kunjuk dapatkan
impian yang kau impikan tak terwujub
itu sebab dari ulahmu sendiri yang
tak mau menghargai waktu dan
umur yang telah di berikannya padamu
KAU...
bilang hanya kamu lah yang gk ada ..........
........................................................................
sudah pusing aku menulis semua ini hanya
bohong dan kebohongan tak ada gunanya
aku ingin teriak tapi tak bisa ku teriak
suara ini sudah habis
tak tersisa hanya dengan suaraku ini
aku bisa mencurahkan semua
haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
ingin marah
tapi tak ada yang mengijinkan
betapa merananya aku
hai kawan
jangan sampai kalian seperti ini
biar aku saja yang merasakannya
semua kesedihan ada padaku
sudah lengkap semuanya tanpa
tersisa hanya luka ini yang membekas
dan yang bersedia menemaniku
di kala akau hancur
tak tersisa
hanya luka ini yang mau memunguti serpihan tubuhku yang
sudah tak terbentuk lagi. Bila ini jalanku biar ku seperti ini
biarku menulis semuanya disini
mungkin dengan begini ku bisa membuat orang lain sedih
tanpa harus mereka merasakan yang sebenarnya
itu tak penting bagi kalian tuk mendengarkan
itu tak menarik bagi kalian untuk menyimaknya
tapi ini berharga bagi kalian yang ingin
menjalani hidup ini untuk lebih baik
dari oerang lain,dan lebih
menghargai orang yg kita
sayang dan kita cinta,
ini pesanku teman
sayang mereka,cintai mereka,dekati merka,
dan lindungi mereka
sebelum mereka
membencimu,menolakmu,dan menjauhimu
good like buat semua.
Senin, 26 Januari 2009
Kamis, 22 Januari 2009
kehilangan
Saat Terakhir
Tak pernah terpikir olehku
Tak sedikitpun ku bayangkan
Kau akan pergi tinggalkan kusendiri
Begitu sulit kubayangkan
Begitu sakit ku rasakan
Kau akan pergi tinggalkan ku sendiri
Dibawah batu nisan kini
Kau tlah sandarkan
Kasih sayang kamu begitu dalam
sungguh ku tak sanggup
Ini terjadi karna ku sangat cinta
Inilah saat terakhirku melihat kamu
Jatuh air mataku menangis pilu
Hanya mampu ucapkan
Selamat jalan kasih
Satu jam saja kutelah bisa cintai kamu;kamu;kamu di hatiku
Namun bagiku melupaknmu butuh waktuku seumur hidup
Satu jam saja kutelah bisa sayangi kamu... di hatiku
Namun bagiku melupaknmu butuh waktuku seumur hidup
di nanti ku......
kisahku
kisah ini bermula dari sini,
Dulu kebahagian ada bersama keluarga ini,tapi ternyata kebahagiaan ini hanya sandiwara semata.
Apa yang ada di depan mata tak sama dengan kenyataan yang seharus nya terjadi,siapa yang salh,
apa ada yang harus dipersalahkan,bila yaaaaaaaaaaaaaaa.siapa
itu gak penting sekarang.Yang penting adalah bahwa denga semua itu keluarga yang indah itu jadi hancur berantakan,berserakan.
Dulu keluarga itu bersatu dengan semua kebahagiaan nya,tapi setelah masalah nya tekuak semua habis lah sudah semuanya,harta,kebahagiaan,rumah,dan pecahnya keluarga itu.
Mereka diusir dari rumah nya sendiri,sebab utang yang melilit keluarga itu.
bila sudah seperti itu,mereka hanya bisa bersedih dan menyalahkan orang lain.Tapi yg paling berat adalah jauh dari keluarga yang kita sayangi,itulah yang terjadi pada seseorang yang sebenarnya diriny merasa sendirian,sepi,tanpa teman,dan tak ada orang yang memperhatiankannya.
Tapi disisi lain ia mendapatnya kebahagiaan yang tak ternilai harganya,ddidatangkannya pangeran hati buatnya,untuk melindunginya,menyayanginya,menjaganya dari segala masalh,dan emndidikinya agar jadi manusia yang lebih baik lagi.
Apa bia seseorang itu di katakan beruntung dikarenakan mendapatkan pangeran yang bisa buat ia jadi lebih baik,bahagia,dan merasa dihargai.Tapi disisi lain ia harus jauh dari keluarganya,hanya itu yang dia punya,apa yang bisa ia lakukan.Mungkin inilah hidup tak ada kebahagiaan yang sempurna.Bila saja seseorang itu bisa dekat dengan keluarga dan mendapatnya pangeran yang sekarang menjaga nya,mungkin kah itu
yaaaaaaaaaa............................
hanya dia yang tahu........
tuhan yang maha kuasa
Langganan:
Postingan (Atom)
